Minggu, 10 April 2011

Tugas perbankan

NAMA : Achmad Faroby

KELAS : 3 EA 10

NPM : 10208016

ALIRAN DANA INTERNASIONAL

Latar Belakang Masalah

Didalam kehidupan sehari-hari, manusia memerlukan uang untuk dapat bertransaksi. Menurut keynes, ada tiga motif seseorang memegang uang yaitu motif transaksi, motif berjaga-jaga dan motif spekulasi. Motif transaksi adalah motif seseorang untuk memiliki uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Besarnya uang yang dipegang tergantung dari pola pembayaran dan jumlah penghasilan. Bila seseorang digaji dalam harian, maka ia akan lebih sedikit memegang uang dibandingkan dengan orang yang digaji perbulan. Motif berjaga-jaga motif seseorang untuk menyimpan sebagian dari kekayaan dalam bentuk uang tunai. Motif ini bertujuan untuk mengantisipasi biaya yang tidak diduga seperti contoh jika seseorang sakit dan perlu dioperasi. Motif spekulasi adalah motif seseorang dalam menabungkan uangnya dalam bentuk saham, surat berharga ataupun obliagsi. Dengan kata lain, motif ini bisa disebut Investasi.

Pembahasan

Dalam perekonomian, terdapat dua pihak. Pihak yang kelebihan dana (surplus), adalah pihak yang mempunyai kelebihan dana atau uang dan piahk yang kekurangan dana (defisit) adalah pihak yang memerlukan dana untuk memenuhi salah satu motif yang telah diuraikan dalam latar belakang masalah. Berikut ini adalah gambar skema pihak surplus memberi pinjaman kepada pihak defisit:




Cara diatas memiliki kelemahan yaitu tidak semua orang memiliki uang lebih dan tidak semua pihak yang surplus mau meminjamkan uangnya kepada pihak defisit. Maka seiring dengan berkembangnya zaman, dibentuklah sebuah lembaga yang berfungsi untuk menghimpun dana dari masyarakat dan meminjamkan uang kepada pihak yang membutuhkan. Lembaga ter

sebut dinamakan Bank. Bagaimana cara Bank meminjamkan uangnya?

Berikut adalah skemanya:

Pihak yang memiliki uang lebih menyimpankan uangnya di bank. Bagaimana caranya agar pihak surplus mau menyimpan uangnya di bank? Yaitu pihak bank menawarkan apa yang dinamakan dengan Bunga. semakin tinggi bunga yang ditawakan oleh bank, semakin besar kemungkinan pihak surplus menabungkan uangnya di bank tersebut. Sebagai contoh bank menawarkan bunga sebesar 5% (I1). Lalu bagaimana caranya agar bank dapat membayar bunga kepada pihak yang telah menabungkan uangnya? Yaitu dengan memberikan pinjaman atau diseut juga Kredit. A

dapun bunga yang dibebankan kepada pihak yang meminjam adalah sebagai contoh 7% (I2). Dari selisih antara I2-I1 tersebut, bank mendapatkan pendapatan. Namun terkadang pihak surplus juga menawarkan pinjaman dengan besar bunga yang lebih rendah dibanding bank. Hal ini bisa disebabkan agar pihak defisit mau meminjam dari pihak surplus tadi dan menjadi pendapatan bagi pihak surplus. Sebagai contoh bunga yang ditawarkan adalah sebesar 6% (I3). Maka dapat disim

pulkan menjadi:

I1

I1

I2>I3

Dana bank yang utama berasal dari pihak ketiga yaitu dari masy

arakat. Namun selain itu ada juga pendapatan lain yaitu dari saham atau obliagasi. Bank dapat bermain saham tentu saja ada lembaga khusus untuk memperdagangkan saham dan obligasi yaitu BEI.

A. Saham

Saham adalah tanda penyertaan atau kepemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan atau perusahaan terbatas. Wujud saham berupa selembar kertas yang menerangkan siapa pemiliknya. Yang didapat dari saham bagi orang yang bermain didalamnya adalah devid

en dan capital gain. Capital gain adalah selisih antara harga saham pada awal beli dengan harga pada saat kita menjual saham tersebut. Sebagai contoh jika kita membeli saham dari PT.A dengan harga Rp 9000/lot dan dikemudian hari harganya naik menjadi Rp 18.000/lot lalu kita menjualnya maka kita akan mendapat untung dari selisih tersebut sebesar Rp. 9000/lot.

B. Obligasi

Obligasi adalah hutang / utang jangka panjang secara tertulis dala

m kontrak surat obligasi yang dilakukan oleh pihak berhutang yang wajib membayar hutangnya disertai bunga (penerbit obligasi) dan pihak yang menerima pembayaran atau piutang yang dimilikinya beserta bunga (pemegang obligasi) yang pada umumnya tanpa menjaminkan suatu aktiva.

Terkadang dalam meminjamkan uangnya, bank tidak boleh sembarangan. Hal ini untuk mencegah bank merugi akibat tidak lunasnya pembayaran kredit yang dipinjamkan kepada pihak yang membutuhkan. Hal yang biasa terjadi adalah kredit macet, dimana pihak peminjam tidak sanggup melunasi hutangnya kepada bank. Untuk itu bank mengasuransikan u

angnya di perusahaan asuransi. Nantinya jika hal tersebut terjadi, perusahaan asuransi akan mengganti uang yang telah hilang. Darimana asal dananya? Bank membayar Premi kepada perusahaan asuransi.

Seperti halnya bisnis pada sektor perbankan, maka bisnis asuransi juga memiliki risiko terjadinya kerugian. Dalam upaya untuk mengatasi risiko ini perusahaan dapat melakukan berbagai alternative, yaitu dengan cara menanggung sendiri risiko, mengurangi risiko, me

mperkecil risiko atau mengalihkan risiko melalui asuransi. Jadi, perusahaan tersebut dapat mengalihkan sebagian atau seluruh resiko yang dihadapi kepada perusahaan asuransi. Oleh karena itu, perusahaan asuransi juga memerlukan kebijakan dalam mengelola risiko atas pertanggungan-pertanggungan yang diterimanya. Cara yang ditempuh untuk mengelola risiko yang timbul dari perjanjian pertanggungan asuransi adalah dengan menghindari resiko (risk avoidance), menahan risiko (risk retention), mengurangi risiko (risk reduction), memindahkan ris

iko (risk transfer), dan membagi risiko (risk sharing). Pada umumnya, perusahaan asuransi dalam mengelola menggunakan cara Risk sharing, yaitu dengan reasuransi atau mempertanggungkan kembali resiko yang tidak mungkin mereka tanggung sendiri kepada reasuradur (penanggung ulang). Jaminan atau perlindungan reasuransi sangat diperlukan karena berbagai macam alasan. Salah satu alasan yang terpenting adalah faktor keamanan (security).

Adapun manfaat dari Reasuransi pada perusahaan asuransi adalah :

a. Meningkatkan kapasitas akseptasi.

Dengan melakukan kerja sama reasuransi, penanggung akan dapat meningkatkan akseptasi sehingga penutupan asuransi tersebut dapat memperbesar jumlah nilaipertanggungan melampaui batas kemampuan keuangannya. Peusahaan asuransi dan reasuradur menurut ketentuan harus memiliki retensi sendiri (own retention) untuk setiap risiko yang menjadi tanggungan sendiri tanpa dukungan reasuransi. Adapun besarnya retensi sendiri maksimum 10% dari modal sendir

i. Besarnya retensi sendiri biasanya jauh lebih kecil disbanding jumlah klaim yang harus ditanggung untuk setiap penutupan asuransi.

b. Malakukan penyebaran risiko

Penyebaran asuransi pada prinsipnya bertujuan agar perusahaan asuransi tidak menanggung risiko secara keseluruhan. Risiko-risiko yang diterima oleh penanggung tidak

ditahan sendiri, tetapi disebar ke beberapa reasuradur.

c. Meningkatkan stabilitas keuangan

Klaim yang sering terjadi tanpa didukung oleh preteksi reasuransi dapat mempengaruhi stabilitas keungan perusahaan asuransi dan kemungkinan menyebabkan kegiatan usaha akan terganggu.

Jika perusahaan reasuransi tidak dapat memenuhi kewajiban

nya, maka perusahaan reasuransi dapat membagi beban tanggungannya kepada perusahaan asuransi lain. Hal ini disebut Retrosesi.

Berikut ini adalah skema alur pertanggungan dana dari asuransi yang dilakukan oleh bank:


Apabila ada nasabah suatu bank datang meminjam uang dalam rangka ekspansi perusahaan dengan meminjam uang sebanyak Rp. 10.000.000, lalu pihak bank menyetujui peminjaman tersebut dengan syarat bunga yang dibayarkan setiap bulan adalah sebesar 7% p.a.. pihak kreditor menyetujui sehingga terjadi kontrak kerja sama kedua belah pihak dalam peminjaman uang tersebut. Pihak bank tidak mau mengambil resiko ketidakpastian yang akan terjadi sehingga, mengalihkannya kepada pihak “Asuransi XYZ” dengan membayar premi setiap bulan kepada perusahaan “Asuransi XYZ”. Tetapi, “Asuransi XYZ” tidak dapat menyanggupi pertanggungan sebesar Rp. 10.000.000 sehingga dia mengalihkan kepada perusahaan Asuransi yang lain yaitu “Asuransi KLM” gejala ini yang disebut sebagai reasuransi. Tetapi, Perusahaan “Asuransi KLM” tidak dapat menyanggupi pertanggungan yang cukup besar yaitu sebesar RP. 7.500.000 sehingga dia mencari bantuan dengan bekerja sama dengan perusahaan asuransi luar negeri yaitu perusahaan “Asuransi DEF” kejadian ini disebut sebagai retrosesi. Sehingga perusahaan “Asuransi KLM” hanya mampu membiayai sebesar Rp. 3.000.000 dari pertanggungan sebesar Rp. 10.000.000. lalu, perusahaan “Asuransi DEF” menyetujui untuk mempertanggungkan dana yang dipinjam sebesar Rp. 4.500.000.

Dari mana asal dana “Asuransi DEF?”

Dana Asuransi berasal dari pasar Modal, dimana Asuransi DEF menjual modal kepada masyarakat apabila ada yang harus pertanggungan melalui pendirian PT. ZKY, PT. ZKY merupakan anak dari perusahaan “Asuransi DEF”. Dimana tugas dari perusahaan PT. ZKY adalah membeli dana pada saat dana murah dan menjualnya kembali pada saat dana tersebut naik, informasi mengenai investasi tersebut didapatkan dari pialang “CLBK” yang biasa bermain di Bursa Efek.

Dana Bank yang diperoleh oleh kurang mencukupi untuk membiayai kebuthan modal yang semakin banyak sehingga, Bank mengajak kerja sama TD untuk menarik nasabah melalui inovasi dalam dunia perbankan. Karena TD kurang mutakhir di bidang teknologi akhirnya di mengajak kerja sama INFOP untuk bekerja sama dalam menarik nasabah melalui pembuatan kartu kredit. INFOP ini adalah milik PT. ZKY dimana sebagian saham INFOP telah dibeli oleh PT. ZKY melalui pemberitahuan CLBK di Bursa Efek.

Simpulan

Dalam bisinis perbankan, banyak kejadian yang tidak pasti. Seperti contoh adalah pembayaran kredit yang macet oleh pihak peminjam uang. Namun untuk mencegah hal tersebut, pihak bank mengadakan kerjasama dengan pihak asuransi untuk membayar kerugian yang akan dialami dengan membayar premi asuransi terlebih dahulu dengan besar uang yang telah disepakati. Layaknya bank, perusahaan asuransi juga ingin meminimalisir kerugian jika sewaktu-waktu tidak dapat menutup kerugian yang dialami bank. Maka perusahaan asuransi bekerja sama dengan perusahaan asuransi lainnya. Kegiatan ini dinamakan reasuransi dan Retrosesi. Selain dari premi yang dibayarkan oleh klien, pendapatan perusahaan asuransi juga bisa berasal dari bermain saham dalam pasar modal di BEI.

Sumber: http://mozaik-info.blogspot.com/2008/09/pengertian-saham-dan-obligasi.html

http://oeyyulia.blogspot.com/2011/03/tugas-komputerisasi-lembga-keuangan.html



1 komentar: