Selasa, 19 April 2011

Tugas Perbankan

MEMBUAT PORTOFOLIO

Kasus
Atun (Tab;10%) Harian
2/3 Setor tunai 10 Jt
5/3 Pinbuk debet giro Joko 3 Jt
8/3 Pinbuk kredit tabungan Toni 5 Jt
11/3 Pinbuk kredit cek Tuti (Karman) 10 Jt
22/3 Pinbuk debet deposito Jeki 5 Jt
Transaksi kliring yang terjadi antara SITI dengan KARMAN:


Ket:
Siti 1/3: Tabungan 25 Jt R/K pada BI = 11%
Giro 20 Jt Kas = 10 Jt
Deposito 30 Jt LDR = 80%
KUK = 20%

Tentukan:
1. Portofolio 1/4
2. Bunga Tabungan (10%)
3. Bunga Giro (8%)
4. Bunga Deposito (12%)
Jawab:

Rekap saldo sebagai berikut:
2/3 10 Jt Debet Kas
Kredit Tabungan Atun
5/3 7 Jt Debet Tabungan Atun
Kredit Giro Joko
8/3 12 Jt Debet Tabungan Toni
Kredit Tabungan Atun
11/3 22 Jt Debet R/K pada BI
Kredit Tabungan Atun
22/3 17 Jt Debet Tabungan Atun
Kredit Deposito Jeki


Saldo Atun 1/4 = Rp 17.000.000 + Rp 136.711 = Rp 17.136.711 (I)

SALDO KESELURUHAN 1/4


TOLAKAN KLIRING
- 5 Jt
- 3 Jt
- 4 Jt
- 10 Jt
- 5 Jt
+ 10 Jt
+ 4 Jt
+ 6 Jt
+10 Jt
+ 13 Jt
+ 15 Jt +
+ 2 Jt

Neraca Siti 1/4
Misal Tabungan + Giro + Deposito = Rp 100.000.000
Maka:



Bila Bank Siti menang kliring dan meminjamkan Rp 2.000.000 kepada Karman, maka:

Tugas Perbankan

KLIRING

Kata Kliring sebenarnya berasal dari istilah asing, yaitu dalam bahasa inggris yang berbunyi Clearing, dalam wikipedia menyebutkan kliring merupakan salah satu istilah di dunia perbankan dan keuangan yang menunjukkan suatu aktivitas yang berjalan sejak saat terjadinya kesepakatan untuk suatu transaksi hingga selesainya pelaksanaan kesepakatan tersebut. Kliring sangat dibutuhkan sebab kecepatan dalam dunia perdagangan jauh lebih cepat dari pada waktu yang dibutuhkan untuk melengkapi pelaksanaan aset transaksi. Kliring melibatkan manajemen dari paska perdagangan, pra penyelesaian eksposur kredit, untuk memastikan bahwa transaksi dagang terselesaikan sesuai dengan aturan pasar, walaupun pembeli maupun penjual menjadi tidak mampu melaksanakan penyelesaian kesepakatannya. Yang termasuk dalam proses kliring antara lain pelaporan / pemantauan, marjin risiko, netting transaksi dagang menjadi posisi tunggal, penanganan perpajakan dan penanganan kegagalan.
Secara umum kliring melibatkan lembaga keuangan yang memiliki permodalan yang kuat yang dikenal dengan sebutan Mitra Pengimbang Sentral (MPS) atau dalam istilah asingnya dikenal dengan central counterparty. MPS ini menjadi pihak dalam setiap transaksi yang terjadi baik sebagai penjual maupun sebagai pembeli. Dalam hal terjadinya kegagalan penyelesaian atas suatu transaksi maka pelaku pasar menanggung suatu risiko kredit yang distandarisasi dari MPS.
Di Amerika Serikat, kliring antar bank dapat terlaksana melalui Automated Clearing House (ACH), dimana aturan dan regulasinya diatur oleh NACHA – The Electronic Payments Association,yang sebelumnya bernama National Automated Clearing House Association, serta Federal Reserve. Jaringan ACH ini akan bertindak selaku pusat fasilitas kliring untuk semua transaksi transfer dana secara elektronik. Kliring antar bank atas cek dilaksanakan oleh bank koresponden dan Federal Reserve.
Sedangkan di negara kita sendiri yaitu Indonesia, untuk kliring antar bank atas transfer dana secara elektronik dan atas cek dilaksanakan oleh bank sentral yaitu Bank Indonesia (BI). Sedangkan proses kliring atas transaksi efek dilaksanakan oleh P.T Kliring Penjaminan Efek Indonesia atau KPEI dan proses kliring atas transaksi kontrak berjangka dilaksanakan olek P.T Kliring Berjangka Indonesia atau KBI

Sumber : www. ridwanaz.com

Tugas Perbankan

BUNGA KREDIT

Contoh kasus perhitungan bunga kredit (i2).

SITI (JAKARTA)
• Cek Tn. Z 2 Jt
• B/G Ny. K 3 Jt
• Cek Tn. L 4 Jt
• Nota Debet PT. X 10 Jt
• B/G PT. Y 15 Jt
• Nota Kredit PT. M 10 Jt

TOLAKAN KLIRING
• B/G PT. Y
• Cek Tn. L
• Cek Tn. Z

KARMAN (JAKARTA)
• Cek Tn. A 3 Jt
• Cek Tn. B 2 Jt
• B/G PT. C 4 Jt
• B/G PT. D 5 Jt
• Cek Tn. E 2 Jt
• Nota Debet PT. X 10 Jt
• Nota Kredit PT. G 5 Jt

TOLAKAN KLIRING
• Cek Tn. A
• B/G PT. C
• B/G PT. D

Surat yang berada pada sisi SITI adalah surat dikirimkan oleh KARMAN, begitu juga surat yang berada pada sisi KARMAN adalah surat dikirimkan oleh SITI.


HASIL TOLAKAN KLIRING
SITI (JAKARTA)
- 2 Jt
- 3 Jt
- 4 Jt
- 1 Jt
- 10 Jt
- 15 Jt
+ 10 Jt Ket: + 5 Jt, hal ini menandakan bahwa SITI menang kliring.
+ 3 Jt
+ 2 Jt
+ 4 Jt
+ 5 Jt
+ 2 Jt
+ 10 Jt
- 5 Jt +
+ 5 Jt


HASIL TOLAKAN KLIRING
KARMAN (JAKARTA)
+ 2 Jt
+ 3 Jt
+ 4 Jt
+ 1 Jt
+ 10 jt
+ 15 Jt
- 10 Jt Ket: + 5 Jt, hal ini menandakan bahwa SITI menang kliring.
- 3 Jt
- 2 Jt
- 4 Jt
- 5 Jt
- 2 Jt
- 10 Jt
+ 5 Jt +
- 5 Jt


PEMBAHASAN

Nasabah bank SITI mempunyai deposit sebesar Rp 100.000.000
R/K pada Bank Indonesia yaitu minimal 8% dari Deposit. Sehingga diperoleh hasil sebesar Rp 8.000.000 melalui perhitungan (Rp 100.000.000 x 8%).
Perhitungan R/K pada Bank Indonesia adalah:
Rp 8.000.000 + Rp 5.000.000 = Rp 13.000.000

Ket: Rp 5.000.000 merupakan perolehan nasabah SITI yang menang kliring

Nasabah KARMAN mempunyai Deposit Rp 100.000.000
R/K pada Bank Indonesia yaitu minimal 8% dari Deposit. Sehingga diperoleh hasil sebesar Rp 8.000.000 melalui perhitungan (Rp 100.000.000 x 8%), dan tambahan nominal uang sebesar Rp 2.000.000 yang merupakan Excess Reserve. Sehingga total keseluruhan nominal uang yaitu sebesar Rp 10.000.000
Perhitungan R/K pada Bank Indonesia adalah:
Rp 10.000.000 - Rp 5.000.000 = Rp 5.000.000

Ket: Rp 5.000.000 merupakan perolehan nasabah KARMAN yang kalah kliring

Nasabah KARMAN hanya mempunyai nominal uang sebesar Rp 5.000.000 dari hasil perhitungan R/K pada Bank Indonesia karena sebelumnya nasabah KARMAN mengalami kalah kliring. Sehingga untuk mencapai nominal uang Rp 13.000.000 seperti hasil pada perhitungan R/K nasabah SITI, maka nasabah KARMAN menutupi kekurangannya sebesar Rp 3.000.000 dengan meminjam uang kepada nasabah SITI yang telah menang kliring. Hal ini disebut dengan Call Money.


PERHITUNGAN NERACA

Berikut ini merupakan perhitungan neraca nasabah SITI untuk periode 31/3 adalah sebagai berikut:

Saldo Akhir
Bunga +
Saldo Awal Periode 1/4





Liabilities pada neraca tersebut yang terdiri dari Tabungan, Giro dan Deposito merupakan komponen yang masuk ke dalam Saldo Awal Neraca Periode 1/4.


PERHITUNGAN PINJAMAN (LOAN)

Rumus:


JENIS KREDIT

 Kredit Komersil = XXX
 KUK = (20% XXX) +
Jumlah Kredit XXXX

PERHITUNGAN BUNGA KREDIT

Rumus:

Tugas Perbankan

KLIRING

Kata Kliring sebenarnya berasal dari istilah asing, yaitu dalam bahasa inggris yang berbunyi Clearing, dalam wikipedia menyebutkan kliring merupakan salah satu istilah di dunia perbankan dan keuangan yang menunjukkan suatu aktivitas yang berjalan sejak saat terjadinya kesepakatan untuk suatu transaksi hingga selesainya pelaksanaan kesepakatan tersebut. Kliring sangat dibutuhkan sebab kecepatan dalam dunia perdagangan jauh lebih cepat dari pada waktu yang dibutuhkan untuk melengkapi pelaksanaan aset transaksi. Kliring melibatkan manajemen dari paska perdagangan, pra penyelesaian eksposur kredit, untuk memastikan bahwa transaksi dagang terselesaikan sesuai dengan aturan pasar, walaupun pembeli maupun penjual menjadi tidak mampu melaksanakan penyelesaian kesepakatannya. Yang termasuk dalam proses kliring antara lain pelaporan / pemantauan, marjin risiko, netting transaksi dagang menjadi posisi tunggal, penanganan perpajakan dan penanganan kegagalan.
Secara umum kliring melibatkan lembaga keuangan yang memiliki permodalan yang kuat yang dikenal dengan sebutan Mitra Pengimbang Sentral (MPS) atau dalam istilah asingnya dikenal dengan central counterparty. MPS ini menjadi pihak dalam setiap transaksi yang terjadi baik sebagai penjual maupun sebagai pembeli. Dalam hal terjadinya kegagalan penyelesaian atas suatu transaksi maka pelaku pasar menanggung suatu risiko kredit yang distandarisasi dari MPS.
Di Amerika Serikat, kliring antar bank dapat terlaksana melalui Automated Clearing House (ACH), dimana aturan dan regulasinya diatur oleh NACHA – The Electronic Payments Association,yang sebelumnya bernama National Automated Clearing House Association, serta Federal Reserve. Jaringan ACH ini akan bertindak selaku pusat fasilitas kliring untuk semua transaksi transfer dana secara elektronik. Kliring antar bank atas cek dilaksanakan oleh bank koresponden dan Federal Reserve.
Sedangkan di negara kita sendiri yaitu Indonesia, untuk kliring antar bank atas transfer dana secara elektronik dan atas cek dilaksanakan oleh bank sentral yaitu Bank Indonesia (BI). Sedangkan proses kliring atas transaksi efek dilaksanakan oleh P.T Kliring Penjaminan Efek Indonesia atau KPEI dan proses kliring atas transaksi kontrak berjangka dilaksanakan olek P.T Kliring Berjangka Indonesia atau KBI

Sumber : www. ridwanaz.com

Selasa, 12 April 2011

Tugas perbankan

PERHITUNGAN BUNGA TABUNGAN

Latar Belakang Masalah
Salah satu cara bank untuk menarik nasabah adalah dengan menerapkan sistem bunga. besar bunga yang diberikan bank bervarasi tergantung dari kebijakan bank itu sendiri. Dana untuk membayar bunga tabungan berasal dari bunga kredit. Besar bunga kredit tentu lebih besar dibanding bunga tabungan. Selisih dari jumlah bunga tabungan dengan bunga kredit menjadi pemasukan bagi bank tersebut.
Dalam menghitung bunga tabungan, dikenal ada tiga metode yaitu metode perhitungan bunga berdasarkan saldo harian, metode perhitungan bunga berdasarkan saldo terendah, metode perhitungan berdasarkan saldo rata-rata.

Pembahasan
Menurut Undang-undang No 10 Tahun 1998 Tentang Perbankan, Tabungan adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro, dan /atau alat lainnya yang dipersamakan dengan itu.
Tujuan Menabung dibank adalah :
1. Penyisihan sebagian hasil pendapatan nasabah untuk dikumpulkan sebagai cadangan hari depan
2. Sebagai alat untuk melakukan transaksi bisnis atau usaha individu / kelompok
Sarana Penarikan Tabungan :
1. Buku Tabungan
2. Slip penarikan
3. ATM (Anjungan Tunai Mandiri)
4. Sarana lainnya (Formulir Transfer, Internet Banking, Mobile Banking, dll)
Perhitungan Bunga Tabungan :
a. Metode Saldo Terendah Besarnya bunga tabungan dihitung dari jumlah saldo terendah pada bulan laporan dikalikan dengan suku bunga per tahun kemudian dikalikan dengan jumlah hari pada bulan laporan dan dibagi dengan jumlah hari dalam satu tahun.
Misalnya untuk menghitung bunga pada bulan Mei, maka besarnya bunga dihitung : Bunga tabungan = .... % * 31/365 * saldo terendah pada bulan Mei
b. Metode Perhitungan Bunga Berdasarkan Saldo Rata-rata Pada metode ini, bunga dalam satu bulan dihitung berdasarkan saldo rata-rata dalam bulan berjalan. Saldo rata-rata dihitung berdasarkan jumlah saldo akhir tabungan setiap hari dalam bulan berjalan, dibagi dengan jumlah hari dalam bulan tersebut.
c. Metode Perhitungan Bunga Berdasarkan Saldo Harian Pada metode ini bunga dihitung dari saldo harian. Bunga tabungan dalam bulan berjalan dihitung dengan menjumlahkan hasil perhitungan bunga setiap harinya.
Faktor-faktor tingkat Tabungan
1. Tinggi rendahnya pendapatan masyarakat
2. Tinggi rendahnya suku bunga bank
3. adanya tingkat kepercayaan terhadap bank
Hal-hal yang perlu diperhatikan :
1. Sebelum Anda menabung, tanyakan metode perhitungan bunga yang diberlakukan oleh bank tersebut.
2. Suku bunga tabungan dapat berubah sewaktuwaktu,karena itu suku bunga ini disebut suku bunga mengambang atau floating rate.
3. Beberapa bank menetapkan suku bunga tabungan tetap untuk jangka waktu tertentu (fixed rate).
4. Atas bunga tabungan yang diperoleh akan dikenakan pajak sesuai ketentuan berlaku.
Rumus menghitung bunga secara umum adalah:


Untuk menghitung bunga berdasarkan saldo rata-rata menggunakan rumus:


Untuk menghitung bunga berdasarkan saldo terendah menggunakan rumus:


contoh kasus:
siti bank, tabungan atun
2/3 Setor Tunai 10jt
5/3 Pinbuk kredit giro Tn.Z 5jt
8/3 pinbuk debet deposito Tn.K 2jt
17/3 Ambil tunai 3jt
23/3 Pinbuk kredit cek Tn.F (BTN) 8jt
Pertanyaan:
Saldo awal 1/4 ?
Bunga tabungan bulan 3 ?
Rekap saldo ?
Jawab:
Rekap Saldo
2/3 10jt Db kas
Kr tabungan tutik

5/3 15jt Db giro Tn.Z
Kr tabungan tutik

8/3 13jt Db tabungan tutik
Kr deposito Tn.K

17/3 10jt Db tabungan tutik
Kr Kas

23/3 18jt Db R/K pada BI
Kr Tabungan tutik
Saldo harian
5/3 (10% x 5-2 x 10jt)/365 = 8.219
8/3 (10% x 8-5 x 15jt)/365 = 12.328
17/3 (10% x 17-8 x 13jt)/365 = 32.054
23/3 (10% x 23-17 x 10jt)/365 = 16.438
31/3 (10% x 31-23+1 x 18jt)/365 = 44.383 +
Total Bunga = 113.422
Catatan: setiap transaksi akhir bulan harus ditambahkan 1 hari (+1).
Saldo awal = Rp 18.000.000
Total bunga = Rp 113.422 +
Saldo awal 1/4 = Rp 18.113.422

Saldo rata-rata
Total saldo = 10jt + 15jt + 13jt + 10jt + 18jt = Rp 13.200.000
5
Bunga saldo rata-rata
(10% x 31-2+1 x 13.200.000)/365 = Rp 108.493

Total saldo awal bulan 1/4 = Rp 18.000.000 + Rp 108.493 = Rp 18.108.493

Saldo terendah
(10% x 31-2+1 x 10jt )/365 = Rp 82.191
Saldo awal bulan 1/4 = Rp 18.000.000 + Rp 82.191 = Rp 18.082.191

Penutup
Dari hasil perhitungan ketiga metode diatas, hasil yang didapat berbeda-beda. Hasil perhitungan menunjukkan bunga yang paling besar didapat dari perhitungan dengan metode bunga harian dimana besarnya adalah Rp 113.422.

Daftar Pustaka
www.wikipedia.org
http://oeyyulia.blogspot.com/2011/04/komputerisasi-lembaga-keuangan_8254.html

Minggu, 10 April 2011

Tugas perbankan

NAMA : Achmad Faroby

KELAS : 3 EA 10

NPM : 10208016

ALIRAN DANA INTERNASIONAL

Latar Belakang Masalah

Didalam kehidupan sehari-hari, manusia memerlukan uang untuk dapat bertransaksi. Menurut keynes, ada tiga motif seseorang memegang uang yaitu motif transaksi, motif berjaga-jaga dan motif spekulasi. Motif transaksi adalah motif seseorang untuk memiliki uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Besarnya uang yang dipegang tergantung dari pola pembayaran dan jumlah penghasilan. Bila seseorang digaji dalam harian, maka ia akan lebih sedikit memegang uang dibandingkan dengan orang yang digaji perbulan. Motif berjaga-jaga motif seseorang untuk menyimpan sebagian dari kekayaan dalam bentuk uang tunai. Motif ini bertujuan untuk mengantisipasi biaya yang tidak diduga seperti contoh jika seseorang sakit dan perlu dioperasi. Motif spekulasi adalah motif seseorang dalam menabungkan uangnya dalam bentuk saham, surat berharga ataupun obliagsi. Dengan kata lain, motif ini bisa disebut Investasi.

Pembahasan

Dalam perekonomian, terdapat dua pihak. Pihak yang kelebihan dana (surplus), adalah pihak yang mempunyai kelebihan dana atau uang dan piahk yang kekurangan dana (defisit) adalah pihak yang memerlukan dana untuk memenuhi salah satu motif yang telah diuraikan dalam latar belakang masalah. Berikut ini adalah gambar skema pihak surplus memberi pinjaman kepada pihak defisit:




Cara diatas memiliki kelemahan yaitu tidak semua orang memiliki uang lebih dan tidak semua pihak yang surplus mau meminjamkan uangnya kepada pihak defisit. Maka seiring dengan berkembangnya zaman, dibentuklah sebuah lembaga yang berfungsi untuk menghimpun dana dari masyarakat dan meminjamkan uang kepada pihak yang membutuhkan. Lembaga ter

sebut dinamakan Bank. Bagaimana cara Bank meminjamkan uangnya?

Berikut adalah skemanya:

Pihak yang memiliki uang lebih menyimpankan uangnya di bank. Bagaimana caranya agar pihak surplus mau menyimpan uangnya di bank? Yaitu pihak bank menawarkan apa yang dinamakan dengan Bunga. semakin tinggi bunga yang ditawakan oleh bank, semakin besar kemungkinan pihak surplus menabungkan uangnya di bank tersebut. Sebagai contoh bank menawarkan bunga sebesar 5% (I1). Lalu bagaimana caranya agar bank dapat membayar bunga kepada pihak yang telah menabungkan uangnya? Yaitu dengan memberikan pinjaman atau diseut juga Kredit. A

dapun bunga yang dibebankan kepada pihak yang meminjam adalah sebagai contoh 7% (I2). Dari selisih antara I2-I1 tersebut, bank mendapatkan pendapatan. Namun terkadang pihak surplus juga menawarkan pinjaman dengan besar bunga yang lebih rendah dibanding bank. Hal ini bisa disebabkan agar pihak defisit mau meminjam dari pihak surplus tadi dan menjadi pendapatan bagi pihak surplus. Sebagai contoh bunga yang ditawarkan adalah sebesar 6% (I3). Maka dapat disim

pulkan menjadi:

I1

I1

I2>I3

Dana bank yang utama berasal dari pihak ketiga yaitu dari masy

arakat. Namun selain itu ada juga pendapatan lain yaitu dari saham atau obliagasi. Bank dapat bermain saham tentu saja ada lembaga khusus untuk memperdagangkan saham dan obligasi yaitu BEI.

A. Saham

Saham adalah tanda penyertaan atau kepemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan atau perusahaan terbatas. Wujud saham berupa selembar kertas yang menerangkan siapa pemiliknya. Yang didapat dari saham bagi orang yang bermain didalamnya adalah devid

en dan capital gain. Capital gain adalah selisih antara harga saham pada awal beli dengan harga pada saat kita menjual saham tersebut. Sebagai contoh jika kita membeli saham dari PT.A dengan harga Rp 9000/lot dan dikemudian hari harganya naik menjadi Rp 18.000/lot lalu kita menjualnya maka kita akan mendapat untung dari selisih tersebut sebesar Rp. 9000/lot.

B. Obligasi

Obligasi adalah hutang / utang jangka panjang secara tertulis dala

m kontrak surat obligasi yang dilakukan oleh pihak berhutang yang wajib membayar hutangnya disertai bunga (penerbit obligasi) dan pihak yang menerima pembayaran atau piutang yang dimilikinya beserta bunga (pemegang obligasi) yang pada umumnya tanpa menjaminkan suatu aktiva.

Terkadang dalam meminjamkan uangnya, bank tidak boleh sembarangan. Hal ini untuk mencegah bank merugi akibat tidak lunasnya pembayaran kredit yang dipinjamkan kepada pihak yang membutuhkan. Hal yang biasa terjadi adalah kredit macet, dimana pihak peminjam tidak sanggup melunasi hutangnya kepada bank. Untuk itu bank mengasuransikan u

angnya di perusahaan asuransi. Nantinya jika hal tersebut terjadi, perusahaan asuransi akan mengganti uang yang telah hilang. Darimana asal dananya? Bank membayar Premi kepada perusahaan asuransi.

Seperti halnya bisnis pada sektor perbankan, maka bisnis asuransi juga memiliki risiko terjadinya kerugian. Dalam upaya untuk mengatasi risiko ini perusahaan dapat melakukan berbagai alternative, yaitu dengan cara menanggung sendiri risiko, mengurangi risiko, me

mperkecil risiko atau mengalihkan risiko melalui asuransi. Jadi, perusahaan tersebut dapat mengalihkan sebagian atau seluruh resiko yang dihadapi kepada perusahaan asuransi. Oleh karena itu, perusahaan asuransi juga memerlukan kebijakan dalam mengelola risiko atas pertanggungan-pertanggungan yang diterimanya. Cara yang ditempuh untuk mengelola risiko yang timbul dari perjanjian pertanggungan asuransi adalah dengan menghindari resiko (risk avoidance), menahan risiko (risk retention), mengurangi risiko (risk reduction), memindahkan ris

iko (risk transfer), dan membagi risiko (risk sharing). Pada umumnya, perusahaan asuransi dalam mengelola menggunakan cara Risk sharing, yaitu dengan reasuransi atau mempertanggungkan kembali resiko yang tidak mungkin mereka tanggung sendiri kepada reasuradur (penanggung ulang). Jaminan atau perlindungan reasuransi sangat diperlukan karena berbagai macam alasan. Salah satu alasan yang terpenting adalah faktor keamanan (security).

Adapun manfaat dari Reasuransi pada perusahaan asuransi adalah :

a. Meningkatkan kapasitas akseptasi.

Dengan melakukan kerja sama reasuransi, penanggung akan dapat meningkatkan akseptasi sehingga penutupan asuransi tersebut dapat memperbesar jumlah nilaipertanggungan melampaui batas kemampuan keuangannya. Peusahaan asuransi dan reasuradur menurut ketentuan harus memiliki retensi sendiri (own retention) untuk setiap risiko yang menjadi tanggungan sendiri tanpa dukungan reasuransi. Adapun besarnya retensi sendiri maksimum 10% dari modal sendir

i. Besarnya retensi sendiri biasanya jauh lebih kecil disbanding jumlah klaim yang harus ditanggung untuk setiap penutupan asuransi.

b. Malakukan penyebaran risiko

Penyebaran asuransi pada prinsipnya bertujuan agar perusahaan asuransi tidak menanggung risiko secara keseluruhan. Risiko-risiko yang diterima oleh penanggung tidak

ditahan sendiri, tetapi disebar ke beberapa reasuradur.

c. Meningkatkan stabilitas keuangan

Klaim yang sering terjadi tanpa didukung oleh preteksi reasuransi dapat mempengaruhi stabilitas keungan perusahaan asuransi dan kemungkinan menyebabkan kegiatan usaha akan terganggu.

Jika perusahaan reasuransi tidak dapat memenuhi kewajiban

nya, maka perusahaan reasuransi dapat membagi beban tanggungannya kepada perusahaan asuransi lain. Hal ini disebut Retrosesi.

Berikut ini adalah skema alur pertanggungan dana dari asuransi yang dilakukan oleh bank:


Apabila ada nasabah suatu bank datang meminjam uang dalam rangka ekspansi perusahaan dengan meminjam uang sebanyak Rp. 10.000.000, lalu pihak bank menyetujui peminjaman tersebut dengan syarat bunga yang dibayarkan setiap bulan adalah sebesar 7% p.a.. pihak kreditor menyetujui sehingga terjadi kontrak kerja sama kedua belah pihak dalam peminjaman uang tersebut. Pihak bank tidak mau mengambil resiko ketidakpastian yang akan terjadi sehingga, mengalihkannya kepada pihak “Asuransi XYZ” dengan membayar premi setiap bulan kepada perusahaan “Asuransi XYZ”. Tetapi, “Asuransi XYZ” tidak dapat menyanggupi pertanggungan sebesar Rp. 10.000.000 sehingga dia mengalihkan kepada perusahaan Asuransi yang lain yaitu “Asuransi KLM” gejala ini yang disebut sebagai reasuransi. Tetapi, Perusahaan “Asuransi KLM” tidak dapat menyanggupi pertanggungan yang cukup besar yaitu sebesar RP. 7.500.000 sehingga dia mencari bantuan dengan bekerja sama dengan perusahaan asuransi luar negeri yaitu perusahaan “Asuransi DEF” kejadian ini disebut sebagai retrosesi. Sehingga perusahaan “Asuransi KLM” hanya mampu membiayai sebesar Rp. 3.000.000 dari pertanggungan sebesar Rp. 10.000.000. lalu, perusahaan “Asuransi DEF” menyetujui untuk mempertanggungkan dana yang dipinjam sebesar Rp. 4.500.000.

Dari mana asal dana “Asuransi DEF?”

Dana Asuransi berasal dari pasar Modal, dimana Asuransi DEF menjual modal kepada masyarakat apabila ada yang harus pertanggungan melalui pendirian PT. ZKY, PT. ZKY merupakan anak dari perusahaan “Asuransi DEF”. Dimana tugas dari perusahaan PT. ZKY adalah membeli dana pada saat dana murah dan menjualnya kembali pada saat dana tersebut naik, informasi mengenai investasi tersebut didapatkan dari pialang “CLBK” yang biasa bermain di Bursa Efek.

Dana Bank yang diperoleh oleh kurang mencukupi untuk membiayai kebuthan modal yang semakin banyak sehingga, Bank mengajak kerja sama TD untuk menarik nasabah melalui inovasi dalam dunia perbankan. Karena TD kurang mutakhir di bidang teknologi akhirnya di mengajak kerja sama INFOP untuk bekerja sama dalam menarik nasabah melalui pembuatan kartu kredit. INFOP ini adalah milik PT. ZKY dimana sebagian saham INFOP telah dibeli oleh PT. ZKY melalui pemberitahuan CLBK di Bursa Efek.

Simpulan

Dalam bisinis perbankan, banyak kejadian yang tidak pasti. Seperti contoh adalah pembayaran kredit yang macet oleh pihak peminjam uang. Namun untuk mencegah hal tersebut, pihak bank mengadakan kerjasama dengan pihak asuransi untuk membayar kerugian yang akan dialami dengan membayar premi asuransi terlebih dahulu dengan besar uang yang telah disepakati. Layaknya bank, perusahaan asuransi juga ingin meminimalisir kerugian jika sewaktu-waktu tidak dapat menutup kerugian yang dialami bank. Maka perusahaan asuransi bekerja sama dengan perusahaan asuransi lainnya. Kegiatan ini dinamakan reasuransi dan Retrosesi. Selain dari premi yang dibayarkan oleh klien, pendapatan perusahaan asuransi juga bisa berasal dari bermain saham dalam pasar modal di BEI.

Sumber: http://mozaik-info.blogspot.com/2008/09/pengertian-saham-dan-obligasi.html

http://oeyyulia.blogspot.com/2011/03/tugas-komputerisasi-lembga-keuangan.html